![]() |
| lineart |
Kemarin saya udah share tentang gimana “gambaran” menggambardigital sekarang kita go to the next level, yaitu menggaris. Kenapa langsung
menggaris? Kan ada sketching yang belum dibahas? Saya yakin kalau soal sketsa,
kalian lebih jago dari saya so, kita langsung ke lining aja ya.
Menggaris, seperti artikel sebelumnya, saya bilang kalau
menggaris bukan hanya sekedar membuat garis-garis. Menggaris di sini maksudnya
adalah mengikuti pola sketsa agar terlihat sentuhan digitalnya. Memang tidak
semua digital art menggunakan garis, contohnya painting, tapi garis ini tetap
dibutuhkan dalam menggambar digital.
Bagi pengguna pen tablet, menggaris ini bukan menjadi sebuah
masalah, udah tinggal setting “tada!” bisa menggaris. Untuk pengguna mouse?
Kalau saya bilang lebih mudah, kalian mau percaya? Saya serius loh, menggaris
menggunakan mouse lebih mudah dibanding menggunakan pen tablet, setidaknya itu
menurut saya, ya.
Langsung saja ke topik awal, bagaimana menggaris dengan
mouse. Karena saya pengguna Paint Tool SAI, saya akan menggunakan Paint Tool SAI
di sini.
1. Pasang mouse
Sebenernya ini nggak usah dikasih
tau juga pasti dilakuin sih. Bagaimana kalau kalian nggak punya perangkat
mousenya? Kalau kalian pengguna laptop, bisa gunakan mouse pad yang ada
langsung di laptop. Mouse pad ini bisa jadi alternatif kalau mau cari suasana
baru atau buat pamer kalau nanti hasilnya bagus. Meskipun begitu, kalau saya
boleh kasih saran jangan terlalu sering menggunakan mouse pad takut menimbulkan "kecepetrusakan".
2. Buka sketsa, atur opacitynya menjadi kurang dari 50%
![]() |
| sketsa opacity kurang dari 50% |
Opacity sketsa kurang dari 50%
agar nanti saat digaris pola sketsa tidak terlihat sama dengan garis gambar. Kalau
opacity sketsa tetap 100%, garis gambar tidak akan terlihat dan ditakutkan hasil
tidak sama dengan pola sketsa.
3. Setting warna
Akhirnya mulai, sebelum mulai
jangan lupa menyetel warna berbeda dengan warna sketsa. Pensil biasanya
berwarna abu-abu atau hitam, tidak dianjurkan untuk menggunakan hitam lagi
untuk garisnya. Cobalah gunakan coklat atau warna lain, sekali lagi ini untuk
memisahkan yang mana yang sketsa yang mana yang garis.
4. Pilih New Linework Layer
![]() |
| layer list |
Apa bedanya sama layer biasa? Ini
layer luar biasa. Tanpa layer ini akan sulit untuk pengguna mouse menggaris
meskipun bisa juga sih tanpa layer ini. Layer ini berbeda dengan layer biasa
karena di layer ini kita bisa menggaris selayaknya vektor. Kalau di Photoshop, path tools ada di layer ini. Itu kenapa pada Paint Tool SAI, path tools tidak
ada di list tools pada layer biasa.
5. Silahkan memilih tools
![]() |
| isi tools pada linework layer |
Sekarang kita bisa mulai
menggaris. Pilihlah tools yang diinginkan, bisa pen, curve, atau line. Saran saya
gunakan curve untuk mengikuti pola dari sketsa. Untuk fungsi tools yang lain menyusul
ya.
![]() |
| hasil awaldari pemberian garis |
6. Sudah selesai menggaris pola, beri sedikit pemanis, yuk!
Meskipun sudah selesai membuat
pola, garis masih terlihat kaku kan? Gunakan pressure tools. Cara menggunakannya,
pilih titik yang ada pada garis lalu tarik sesuai kebutuhan.
![]() |
| hasil tahap dua dari pemberian garis |
Agar terlihat lebih bagus, gunakan pressure tools ini mengikuti tekanan dari pena asli. Saat menggunakan pena atau
pensil di ujung garis biasanya tekanannya lebih kecil, jadi buatlah ujungnya
lancip.
7. Hide layer sketsa
Klik tanda mata pada layer dan
hasilnya akan…
![]() |
| Hasil akhir dari lining |
Bagaimana, mudah kan? Hasilnya juga tidak kalah dengan
goresan pen tablet. Bedanya adalah pengerjaan menggunakan mouse ini memakan
waktu lebih lama jadi harus ekstra sabar saat mengerjakan. Meskipun begitu,
hasilnya bisa lebih rapi dari hasil pen tablet bila telaten mengerjakannya. Semoga
bermanfaat…







